Tentang Kami

Menjaga Garis Batas Peradaban

Informasi kian mudah diperoleh. Teknologi internet membuat informasi yang sangat beragam dapat secara cepat diperoleh publik. Kecepatan menyebarkan dan memperoleh informasi berhadapan dengan hal ‘kebenaran’ faktual. Batas-batas ruang semakin mudah terlampaui oleh informasi atau berita melalui jaringan internet. Demikian, batas antara fakta, opini dan persepsi semakin kabur dalam gerak kecepatan informasi.

Kami prihatin. Dan oleh karenanya terbangun mimpi untuk menghadirkan media yang dapat menjadi ‘penjaga’ garis batas kebenaran faktual. Ini bukan hanya mimpi kami. Jurnalisme sejatinya memang demikian.

Menjaga garis batas antara fakta dengan opini dan persepsi berarti pula menjaga kelangsungan peradaban. Dalam bahasa Minahasa, kata Kelung dimaknai sebagai pelindung kehidupan yang memberi daya hidup. Kelung dimaknai seperti pohon aren atau akel, batang pohonnya kokoh dan akarnya kuat menancap di tanah. Kelung dalam pemaknaan tersebut mengandung arti sebagai kemampuan menjaga dan melindungi kehidupan bersama (Bhs. Minahasa: kelung um banua). 

Ada cerita tua Minahasa mengisahkan tentang cara tou (orang) Minahasa melindungi kampungnya. Ketika ada ancaman banjir besar dan berpotensi menghantam pemukiman penduduk, mereka biasanya membuat sebuah upacara dan meletakkan tiga buah bambu runcing di air. Menghadap ke mata sumber air (hulu sungai). Fungsinya untuk memecah air agar tidak meluap ke pemukiman penduduk. Atau memecah air hingga bisa dialihkan ke tempat lain. Bambu yang digunakan itu disebut kelung atau pelindung.

Kata kelung juga menunjuk ke perisai yang biasa digunakan untuk perang. Pasangan kelung adalah santi. Senjata yang digunakan masyarakat Minahasa dahulu saat berperang.

Dalam masyarakat Minahasa juga dikenal sebuah istilah terkait kata ini, yaitu Kelung um Banua (Pelindung Negeri). Sebuah gelar “suci” yang disematkan kepada para Waraney (kesatria) yang memberi diri, siap berkorban untuk melindungi tanah, wanua/roong/permukiman tempat mereka tinggal.

Kelung.com adalah mimpi kami untuk menghadirkan media dengan mutu jurnalisme yang seharusnya dimiliki dalam setiap kerja jurnalistik. Kami merumuskan visi kelung.com: menjaga garis, bukan untuk mengklaim sebagai pihak yang paling memiliki daya untuk menjadi ‘penjaga’, namun dengan semua kerja jurnalistik kelung.com, kesadaran, dan itu yang mengawal kami, semuanya diabdikan untuk menjaga peradaban. Peradaban yang tetap terjaga kesadaran, nurani dan intelektualitas salah satunya karena peran media yang menyajikan informasi-informasi faktual.

318total visits,1visits today