Connect with us
no

BERITA

Tiga Anggota Partai SNLD Dibunuh!

6 November 2019


Oleh: Gratia Karundeng


 

KELUNG.com – Shan National League for Democracy (SNLD) atau Liga Nasional Shan untuk Demokrasi, partai politik mayoritas etnis Shan menyatakan kesedihan dan mengecam aksi pembunuhan  tiga anggota partai mereka oleh orang-orang bersenjata tak dikenal pada hari Minggu (3/11) di Kyaukme, Negara Bagian Shan utara. Dilansir dari The Irrawady, ketiga korban tersebut adalah Sai Tun Yin (36 tahun), Ketua SNLD dari desa Mong Tin, Sai Aung Thein (47 tahun) Ketua SNLD dari Nai Mon, dan Sai Tu Zay Ya (52 tahun), yang merupakan mantan ketua SNLD di Lao Ow. Ketiganya dieksekusi di siang hari.

Ketiganya menjadi korban saat sedang mencari bantuan untuk menghentikan perekrutan paksa penduduk desa oleh Dewan Restorasi Negara Bagian Shan. Perekrutan tersebut dipandang sebagai upaya yang memperburuk upaya rekonsiliasi di Negara Bagian Shan yang memiliki catatan penjang upaya perjuangan menuntut otonomi penuh dari negara Myanmar.

“Kami mengutuk terorisme terhadap warga sipil dan kelompok yang melakukan kejahatan,” kata Sai Kyaw Nyunt, juru bicara SNLD, seperti dilansir dari The Irrawaddy. Menurut Sai Kyaw, SNLD meminta agar kasus ini dapat segera dituntaskan karena merupakan preseden buruk bagi upaya-upaya perdamaian di Negara Bagian Shan. “SNLD meminta pihak berwenang untuk meningkatkan rasa aman dan segera mengungkap serta menuntut mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut,” lanjut Sai Kyaw.

SNLD juga menggarisbawahi tentang dugaan mereka mengenai upaya sistematis yang menyasar partisan partai mereka. Meski begitu, mereka tidak berani menuduh siapa pihak yang dimaksud tersebut. “Kami tidak dapat menuduh siapapun karena kami tidak memiliki bukti. Bahkan pemerintah yang memiliki perangkat lebih lengkap juga hingga kini tidak memiliki bukti. Namun pembunuhan di Kyaukme bukan peristiwa pertama dan berdiri sendiri. Kami mencurigai ada upaya sistematis yang menjadikan SNLD sebagai target,” jelas Sai Kyaw.

Pembunuhan Kyaukme yang terjadi di siang hari dan terjadi di sebuah restoran yang berada di kawasan ramai dianggap sebagai upaya untuk menebarkan teror. Teror mematikan tersebut juga bukan kali pertama terjadi. Pembunuhan bahkan menyasar para biksu Buddha. Bulan lalu, di Kotapraja Lashio, seorang bikkhu dieksekusi oleh orang tidak dikenal. Hingga kini, kasus ini juga belum menemui titik terang.

SNLD sendiri mengklaim memiliki lebih dari 40.000 anggota yang tersebar di 82 kantor cabang di seluruh Negara Bagian Shan, dan beberapa cabang lain di Mandalay dan Negara Bagian Karenni. Mereka juga memiliki rencana untuk membuka cabang tambahan di Negara Bagian Kachin. Di antara lebih dari 140 kandidat yang diajukan SNLD di tahun 2012, dua di antaranya bahkan dicalonkan sebagai Menteri Urusan Etnis Shan di Negara Bagian Kachin dan dan di Mandalay.

Didirikan pada tahun 1988, SNLD memenangkan jumlah kursi terbesar setelah National League for Democracy (NLD) atau Liga Nasional untuk Demokrasi – partai pimpinan Aung San Suu Kyi – dalam pemilu 1990 di Burma. Ini adalah pemilu demokratis yang hasilnya ditolak oleh rezim militer. Sebagian besar pemimpin SNLD adalah mantan tahanan politik yang dipenjara setelah memutuskan untuk menolak bergabung dengan Konvensi Nasional yang merupakan forum nasional di bawah pengawasan militer untuk Konstitusi 2008 di Myanmar.

SNLD adalah penantang serius NLD dan partai bentukan militer, Partai Solidaritas dan Pembangunan Partai. Namun, tantangan lebih serius SNLD untuk meraih simpati para pemilih etnis Shan justru datang dari Partai Demokrasi Nasional Shan (SNDP) Shan. Di tahun 2013, upaya untuk melakukan merger politik antara SNLD dan SNDP sempat dibahas meski nasib pembicaraan ini tak kunjung jelas. (*)

 


Editor: Andre Barahamin

Total Page Visits: 27 - Today Page Visits: 2